Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Friday, May 28, 2021

BATASAN KEWENANGAN PENGADILAN NEGERI DAN PENGADILAN AGAMA TERKAIT SENGKETA HAK MILIK

Sebagaimana pada Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 telah digariskan bahwa sengketa hak milik diantara ahli waris beragama Islam merupakan kewenangan Pengadilan Agama sepanjang sengketa kepemilikan tersebut timbul akibat dari Transaksi Pertama yang dilakukan oleh salah seorang ahli waris dengan pihak lain.

 

Pengecualian terhadap Transaksi Kedua dan seterusnya, maka sengketa kepemilikan tersebut merupakan kewenangan peradilan umum untuk memutus dan mengadili.

 

Sehingga dengan aturan tersebut dapat disimpulkan bahwa kompetensi absolut terkait dengan sengketa kepemilikan harta warisan diantara ahli waris beragama Islam mulai dihitung dari Transaksi Kedua, apabila sudah terjadi Transaksi Kedua maka kompetensi absolut dari Pengadilan Negeri walaupun perkara tersebut terkait dengan harta warisan diantara ahli waris beragama Islam.

---000---

Monday, May 2, 2016

SUDAH BERAPA LAMA SAJADAH ANDA TIDAK DICUCI

Kebiasaan, perbuatan yang diulang-ulang,  seringkali kali membentuk pola perilaku yang dianggap benar. Walaupun kebiasaan itu tidak kita pertanyaan.

Mempertanyakan kebiasaan yang sudah mendarah daging bukanlah suatu kesalahan atau hal yang tidak biasa (aneh), tetapi barangkali dapat menyelamatkan kita dari perbuatan yang salah.

Kebersihan dan kesuciaan dari tempat ibadah adalah hal yang mutlak, tapi apakah pernah saudara mempertanyakan kapan terakhir kali sajadah dicuci.

Kebutuhan tuntutan hidup modern kadangkala tidak membuat hidup menjadi lebih baik. Apakah saudara memperhatikan masjid-masjid modern dilapisi dengan karpet dan tidak lagi beralaskan keramik?

Apakah saudara mempertanyakan dalam hati saudara, kapan terakhir kali karpet atau sajadah dicuci?

Kesederhanaan dalam ibadah, baik itu pakaian dan tempat beribadah, kadangkala mempunyai nilai lebih daripada memenuhi tuntutan hidup yang modern. Apakah masalah lantai masjid hanya beralaskan keramik yang mudah dicuci dan tidak memakan biaya operasional yang mahal?

Karpet yang bau dan kusam, berbulan-bulan tidak dicuci, masih dianggap hal yang biasa dan tidak akan mempengaruhi ibadah shalat kaum muslim. Padahal dengan adanya corak-corak gambar, bau, dan kusam (jarang dicuci atau kena air bocoran atap) membuat nilai ibadah menjadi tidak berkualitas.
Mari setiap ibadah yang dilakukan kembali kita pertanyakan dalam diri kita, apakah ibadah kita sudah sempurna?

Apakah sempurna bilamana sajadah kita tidak tahu kapan terakhir kali dicucinya?


(refleksi kehidupan seorang muslim)

Friday, November 29, 2013

BERHARAP KEPADA ALLAH DARI JALAN SEDEKAH

clip_image002clip_image004

Ust. Yusuf Mansur sengaja menjelaskan kepada pemerhati sedekah dari sudut pandang yang agak berbeda. Ust. Yusuf hendak memberikan penjelasan bahwa meminta kepada Allah adalah sesuatu yang bukan saja tidak dilarang, tetapi juga disuruh, dianjurkan, dan menjadi ibadah tersendiri. Seseorang yang bersedekah tetapi tidak berdoa setelahnya dianggap oleh Ust. Yusuf kurang sempurna, karena sedekah itu adalah sebagian kecil dari ibadah, maka doa adalah tetap sebagai penyempurnanya. Doa itu kepalanya ibadah, penyempurna ibadah.

Selain itu, Ust. Yusuf juga menjelaskan, bisa bersedekah adalah anugerah dari Allah dan kesempatan bersedekah adalah hadiah dari Allah. Kita tidak menganggap bahwa apa yang kita sedekahkan adalah dari kita. Melainkan dari Allah. Bahkan kesempatan bersedekah pun datangnya bukan dari kita, melainkan murni dari Allah.

Thursday, November 7, 2013

UNDANG SAJA ALLAH; BELAJAR SYUKUR, BELAJAR YAKIN

clip_image002clip_image004

Ustadz Yusuf Mansur sengaja menggelitik pembacanya agar selalu mengedepankan syukur dan yakin dalam kehidupan dengan cara menyandarkan kemungkinan itu kepada Allah.

Juga mengingatkan apa-apa yang dilakukan sebagai ikhtiar dunia adalah sebagai ibadah kepada Allah, bukan semata-mata sebagai tujuan.

Ustadz Yusuf Mansur mengedepankan “Undang Saja Allah” adalah supaya pembaca lebih mengenal Allah dengan jalan bersyukur dan yakin adanya pertolongan Allah. Pembaca diajak untuk hanya meminta (berdoa) kepada Allah dengan tidak lupa memperbaiki amal saleh, ibadahnya dan tauhidnya.

Seyogyanya dengan membaca buku ini, pembaca akan berwisatahati menulusuri relung-relung keimanan yang memperkuat tauhid, bahwa tiada tuhan selain Allah.

SIFAT SHALAT NABI

clip_image002clip_image004Muhammad Nashiruddin Al-Albani melahirkan sebuah buku untuk menjawab keinginan setiap Muslimin agar ibadah shalatnya mengikuti Rasulullah SAW. Buku ini menerangkan beberapa hal yang berkaitan dengan gambaran shalat Rasulullah SAW sejak dari takbir hingga salam dengan disertai dalil-dalil yang shahih.

Sepantasnya bagi pembaca untuk melihat buku ini dengan melontarkan terlebih dahulu pertanyaan: “Sudah benarkah shalat saya?” Jika terlintas jawaban, “belum benar”, maka sepatutnya pembaca menggunakan pisau analisis untuk membacanya dengan ketajaman perhatian agar dapat menikmati tulisan demi tulisan dari Muhammad Nashiruddin Al-Albani, yang akhirnya pembaca akan menemui pelaksanaan shalatnya belum sempurna benar sebagaimana Rasulullah SAW shalat.