Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts

Friday, November 29, 2019

DUALISME PRAKTEK PENYAMPAIAN SALINAN/PETIKAN PUTUSAN/PENETAPAN IKRAR TALAK/PERKARA PERCERAIAN KE KANTOR KEPENDUKAN DAN CATATAN SIPIL


Berdasarkan SEMA No.1 Tahun 2017 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2017 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan, terdapat dualisme praktek penyampaian salinan putusan/penetapan ikrar talak dan putusan perkara perceraian.
Sebagaimana dalam kutipan (foto) di bawah ini:
Kamar Agama:


Kamar Perdata:


Monday, May 2, 2016

SUDAH BERAPA LAMA SAJADAH ANDA TIDAK DICUCI

Kebiasaan, perbuatan yang diulang-ulang,  seringkali kali membentuk pola perilaku yang dianggap benar. Walaupun kebiasaan itu tidak kita pertanyaan.

Mempertanyakan kebiasaan yang sudah mendarah daging bukanlah suatu kesalahan atau hal yang tidak biasa (aneh), tetapi barangkali dapat menyelamatkan kita dari perbuatan yang salah.

Kebersihan dan kesuciaan dari tempat ibadah adalah hal yang mutlak, tapi apakah pernah saudara mempertanyakan kapan terakhir kali sajadah dicuci.

Kebutuhan tuntutan hidup modern kadangkala tidak membuat hidup menjadi lebih baik. Apakah saudara memperhatikan masjid-masjid modern dilapisi dengan karpet dan tidak lagi beralaskan keramik?

Apakah saudara mempertanyakan dalam hati saudara, kapan terakhir kali karpet atau sajadah dicuci?

Kesederhanaan dalam ibadah, baik itu pakaian dan tempat beribadah, kadangkala mempunyai nilai lebih daripada memenuhi tuntutan hidup yang modern. Apakah masalah lantai masjid hanya beralaskan keramik yang mudah dicuci dan tidak memakan biaya operasional yang mahal?

Karpet yang bau dan kusam, berbulan-bulan tidak dicuci, masih dianggap hal yang biasa dan tidak akan mempengaruhi ibadah shalat kaum muslim. Padahal dengan adanya corak-corak gambar, bau, dan kusam (jarang dicuci atau kena air bocoran atap) membuat nilai ibadah menjadi tidak berkualitas.
Mari setiap ibadah yang dilakukan kembali kita pertanyakan dalam diri kita, apakah ibadah kita sudah sempurna?

Apakah sempurna bilamana sajadah kita tidak tahu kapan terakhir kali dicucinya?


(refleksi kehidupan seorang muslim)

Friday, November 29, 2013

BERHARAP KEPADA ALLAH DARI JALAN SEDEKAH

clip_image002clip_image004

Ust. Yusuf Mansur sengaja menjelaskan kepada pemerhati sedekah dari sudut pandang yang agak berbeda. Ust. Yusuf hendak memberikan penjelasan bahwa meminta kepada Allah adalah sesuatu yang bukan saja tidak dilarang, tetapi juga disuruh, dianjurkan, dan menjadi ibadah tersendiri. Seseorang yang bersedekah tetapi tidak berdoa setelahnya dianggap oleh Ust. Yusuf kurang sempurna, karena sedekah itu adalah sebagian kecil dari ibadah, maka doa adalah tetap sebagai penyempurnanya. Doa itu kepalanya ibadah, penyempurna ibadah.

Selain itu, Ust. Yusuf juga menjelaskan, bisa bersedekah adalah anugerah dari Allah dan kesempatan bersedekah adalah hadiah dari Allah. Kita tidak menganggap bahwa apa yang kita sedekahkan adalah dari kita. Melainkan dari Allah. Bahkan kesempatan bersedekah pun datangnya bukan dari kita, melainkan murni dari Allah.